Cari Blog Ini

Senin, 13 Februari 2012

elegi

dalam diam aku menanti
dalam tenang aku berharap
maka dalam sabar aku menunggu

kadang kala sesuatu datang dan terjadi tak sesuai harapan
maka mendung tak selalu hujan
dan panas pun tak selalu terik

berbahagialah yang dapat melawan arus
yang tetap tegar walau kesedihan menggerus
yang tetap kokoh walau hati tak terurus

maka dalam sabar pun aku kembali percaya
sederhana.setia.
sesederhana dan setia bulan yang bersinar menunggu matahari terbenam
begitu pula matahari yang terbit
jika dan hanya jika sang bulan terlelap

-makassar, 14 Februrai 2012 01:40 am-

1 komentar:

  1. dalam malam aku menatap
    dalam hening aku tersingkir

    setelah hujan ada pelangi
    dan tanpa terik itu mustahil
    bias warna yang dihasilkan membuat mata menyipit
    mengagumi keindahan dari dua hal yang membingungkan

    matahari selalu setia menyinari bulan di malam hari
    meski ada petang yang indah menyempil diantaranya
    taburan bintanglah yang mengindahkan kilauannya

    hati jika tidak dipilih janganlah dipaksakan
    cinta jika tersakiti janganlah dikejar
    rindu jika menyengsarakan janganlah dirunut
    biarlah mereka yang datang padamu

    hati memilih, itu kata orang yang tidak mengerti akan cinta
    hati dipilih, itu kata orang yang tidak mengerti akan kesetiaan

    bulan begitu indah didampingi kemerlap bintang dari matahari
    mereka membentuk sebuah kompleksitas yang sederhana
    begitupula cinta dan kesetiaan
    jika hal itu tidak menimbulkan kompleksitas yang sederhana, maka itu adalah nafsu belaka

    BalasHapus