Cari Blog Ini

Selasa, 15 Juli 2014

Surat Untukmu

hai, apa kabarmu?
lama rasanya kita tak berbincang, bahkan aku rasanya lupa kapan terakhir melihat matamu

aku disini baik, sangat baik
apa kamu masih ingat perbincangan terakhir kita malam itu?
tahukah kau? akhirnya yang kutakutkan betul-betul terjadi
dia pergi meninggalkanku, jujur saja aku tak pernah menyangka secepat ini
meskipun akhirnya nanti harus begini

heeeii, apakah kamu menertawaiku?
tenang saja, aku tidak terpuruk apalagi terlarut dalam kesedihan
ditinggalkan olehnya
apakah aku menyesal? entahlah..
rasa-rasanya tidak, aku tak mau menyesali semua yang sudah lewat
kau sendiri yang mengatakan bukan, semua keputusan ada akibat yang ditanggung
dan aku tak ingin menjadi orang picik, aku akan menanggungnya semampuku
dan yang seperti ini memang yang telah kupilih

benar yang kau bilang,
rasanya aku sudah tak waras lagi
aku sendiri tidak mengerti bagaimana akalku berjalan
batinku penuh dengan gejolak, meskipun aku bahagia dengannya
mungkin memang aku hanya seorang bodoh

bagaimana mungkin orang sepertiku mengharap dirimu?
aku sudah memiliki yang terbaik, aku mengerti bahwa mengharap dirimu mungkin akan mustahil
bahwa mungkin aku harus bertaruh, ternyata kau lebih memilih yang lain daripada aku
namun, bisik-bisik di dalam selalu saja mengusik diriku
mengatakan bahwa aku harus berjalan menujumu
bahwa aku harus menempuh jalan itu dengan sekuat tenagaku

aku tampak seperti orang bodoh
meledak-ledak dalam amarah dan kejengkelan
yang bahkan kau sendiri tak pernah memperdulikannya
aku tampak seperti orang yang menyedihkan
sehari, seminggu, sebulan penuh dengan beribu tanya tentangmu
yang bahkan sedetikpun kau tak pernah mempertanyakan keadaanku

terserah, aku tak peduli, aku yang harus menyelesaikan
aku hanya ingin kau tahu
lihat, aku telah berani menentukan pilihan
aku tak akan dan tak pernah menyesal telah memilihmu
 karena kau adalah anugerah Tuhan untukku

maka aku akan bertanya pada Tuhan, "Tuhan maukah kau selalu memberikan anugerahmu untukku?"

Makassar
15 Juli 2014 21:17

Rabu, 28 Maret 2012

intrik kenaikan BBM, haruskah??

saat ini, orang sedang heboh mendengung-dengungkan masalah kenaikan BBM yang memang harus diakui mengundang berbagai macam pertanyaan di benak kita mengapa harus dinaikkan (kembali)?? sedangkan harga yang ada saat ini sudah cukup mencekik sebagian besar rakyat Indonesia.

banyak alasan yang diungkapkan mengenai penyebab harusnya dinaikkan harga BBM ini. beberapa alasan antara lain disebabkan oleh meningkatnya harga minyak mentah dunia per barelnya, selain itu pemerintah juga berdalih bahwa terlalu murahnya harga BBM di Indonesia menyebabkan seringnya terjadi penyelundupan ke luar negeri oleh oknum tak bertanggung jawab.

masalah BBM hanyalah satu dari sekian beribu masalah yang ada di Indonesia. saya berpendapat bahwa berbagai masalah yang timbul di negara ini bukanlah salah sepenuhnya dari pemerintah. siapapun yang menjadi pemimpin di negara ini tentunya memiliki masalah yang tidak mudah untuk menyelesaikannya. letak geografis negara kita, yang bisa dibilang mungkin adalah salah satu yang tersulit dalam segi pendistribusian pembangunan, tentu saja tidak bisa dipandang sebagai masalah yang sebelah mata. BBM tidak dapat tersalurkan secara merata dan berimbas pada harga barang pokok lainnya.

berbagai macam alternatif telah diberikan oleh para ahli di negara kita, namun entahlah pemerintah seperti acuh tak acuh dan lebih banyak membungkam mulut melihat adanya kerusuhan akibat demonstrasi yang terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia. bahkan kita semua sepakat mungkin, bapak presiden kita belum memberikan klarifikasi sedikit pun pasca demo besar-besaran ini.

rakyat bisa saja setuju dengan kenaikan BBM asal kenaikannya tidak berimbas terhadap kenaikan barang pokok lainnya dan juga kenaikan angkutan umum, sehingga kenaikannya tidak terlalu memberatkan rakyat. saat ini penggunaan BBM lebih banyak untuk menyuplai kendaraan pribadi dikarenakan kurang memadainya faslitas angkutan umum. jika saja pemerinatah berniat serius untuk memberikan kenyamanan berangkutan umum, tentunya secara tak langsung dapat menekan penggunaan BBM.

kenaikan harga BBM, seharusnya juga dapat diimbangi dengan peningkatan subsidi di bidang lainnya seperti pendidikan dan kesehatan agar tidak terlalu memberatkan rakyat kecil.

apapun kebijakan pemerintah pada intinya adalah untuk mensejahterakan rakya, sudah seharusnya segala kebijakan dipertimbangkan dengan baik, inilah saatnya wakil rakyat ujuk bicara, buktikanlah janjimu karena telah dipilih rakyat dan jangan mengkhianati kepercayaan rakyat.

Senin, 13 Februari 2012

elegi

dalam diam aku menanti
dalam tenang aku berharap
maka dalam sabar aku menunggu

kadang kala sesuatu datang dan terjadi tak sesuai harapan
maka mendung tak selalu hujan
dan panas pun tak selalu terik

berbahagialah yang dapat melawan arus
yang tetap tegar walau kesedihan menggerus
yang tetap kokoh walau hati tak terurus

maka dalam sabar pun aku kembali percaya
sederhana.setia.
sesederhana dan setia bulan yang bersinar menunggu matahari terbenam
begitu pula matahari yang terbit
jika dan hanya jika sang bulan terlelap

-makassar, 14 Februrai 2012 01:40 am-

Sabtu, 11 Februari 2012

hazel eyes

until this time, i still want you to see me, as your beautiful hazel eyes. no matter what happen, dear :)

Sabtu, 08 Oktober 2011

almost 1 year

yup!!!!
hampir setahun sudah sy nulis di blog ini...yahh walaupun masih dibilang jarang, tapi saya akan berusaha untuk lebih aktif lagi menulis dan memperbaiki blog ini agar nyaman bagi saya dan teman-teman sekalian..
sengaja, saya tidak ingin membatasi tema tulisan saya karena blog ini sendiri mencerminkan diri saya dan pikiran saya.. bisa dilihat sendiri dari tulisan saya, pikiran saya memang suka lompat-lompat dan tidak terlalu suka terpaku pada satu pola..
namun kali ini saya lebih akan menulis tentang kehidupan keluarga saya yang menurut saya menarik untuk dibagi ceritanya..
jadi, edisi selanjutnya..saya akan bercerita tentang hebatnya My Super Mom...
semoga cepat selesai dan bisa diuplod...

Meira Hikmawati

Aku dan Meira

Panggilan rumahnya Ira, sedang panggilan akrab temannya adalah Meira. Lahir tiga tahun setelah saya, tepatnya tanggal 1 Mei 1993. Gadis manis berusia 18 tahun ini adalah adikku yang saat ini baru saja menyelesaikan pendidikannya di Pondok Modern Gontor di Ngawi. Suatu kebanggaan besar bagi orangtua, saya, dan adik-adik saya ketika dia memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di Gontor yang merupakan pondok pesantren modern dengan nama yang sangat terkenal dan prestisius di Indonesia. Masuk pondok Gontor sejak lulus SD dengan waktu pendidikan kurang lebih 7 tahun, maka hampir semua masa remajanya dihabiskan disana. Kami masih ingat ketika pertama kali mengantarnya, dia masih anak perempuan kecil yang polos dan lucu, namun bulan lalu, ketika dia kembali ke rumah kami, dia sudah berubah menjelma menjadi gadis remaja cantik dengan tinggi semampai dan kulit putih bersih.
Tidak ada yang memaksa dia ketika memutuskan untuk malanjutkan studinya di Gontor, bahkan orang tua saya sekalipun. Hal ini tentunya membuatku kagum pada Ira karena di usia semuda itu dia sudah berani untuk memutuskan tinggal terpisah dari orang tua kami yang tentunya dia tahu bahwa ini bukan satu atau dua tahun saja, tapi tujuh tahun!! Dan tentunya ini bukan perkara mudah bagi ibu saya untuk berpisah dengan Ira selama itu, berkali-kali ditanya untuk memikirkan kembali keputusannya dan berkali-kali pula jawabannya mantap untuk mondok.
Ira lah yang mengubah pandangan saya tentang anak pondokan yang katrok dan hanya melulu belajar tentang agama yang sukanya negur sana-sini merasa yang paling pintar agama. Meskipun dari pondok,tapi  dia lebih modis dari saya, lebih memperhatikan masalah kecantikan dan dia lebih hobi ke salon daripada saya. Dia juga pintar berbahasa Inggris dan Arab secara aktif dan pasif (kewajiban santri Gontor).
Saat ini dia sedang giat-giatnya belajar karena akan mengikuti ujian SNMPTN (semoga masih ini namanya) tahun depan. Di tempat bimbingan belajarnya dia direkomendasikan masuk kelas IPA, namun saya menganjurkan agar masuk IPS saja. Karena dia ingin masuk di jurusan Komunikasi atau di jurusan Ekonomi (dua-duanya adalah cita-cita saya yang tak terwujud)di Universitas Airlangga menurutku lebih efektif langsung ke kelas IPS saja. Ya, dia bercita-cita menjadi pembawa berita atau wartawan, cita-cita yang sangat sesuai buat dia.

Senin, 19 September 2011

secret admirer?????

memperhatikan dengan diam-diam???
ahh..masih bisakah disebut diam-diam kalau kau masih bertanya kepada orang-orang terdekatnya..apa yang dia lakukan, dia dimana, sedang apa, sama siapa..dan pertanyaan retoris bla..bla..bla..lainnya

mendoakan dengan diam-diam???
ahhh, apa bisa dibilang juga begitu..kalau kau masih menulis sebaris-dua baris doa buatnya di akun jejaring sosial mu, dan dengan mudah saja orang menebak doa itu tertuju untuk siapa
yahh, walaupun kau tak menulis namanya.. atau istilah kerennya #nomention Hahahahha :D

menguntitnya diam-diam???
bagaimana juga bisa dibilang menguntit diam-diam..kalau kerjamu sehari-hari jadi backstabber sejati, hafal berapa tweetnya per hari, atau status-statusnya

kau tahu, semua yang didiamkan itu bakal busuk
baguslah kalau busuk di luar, masalahnya ini bakal busuk di otak dan di hati kawan
jadi tolong paham lah, kalau aku serta merta
kangen bilang kangen, marah bilang marah, jengkel ya bilang jengkel
hidup ini sudah rumit, jadi masalah yang ini jangan diperumit lagi!!!!
jadi aku tak mau kalau cuma sekedar secret admirer!!!
aku mau kamu tahu ;)

-menyindir diri sendiri :D-

Sabtu, 10 September 2011

Aku


Aku sadar
Aku sadar kalau hari-hari terakhir ini adalah hari-hari terberat yang pernah aku jalani selama kurang lebih 21 tahun aku menghirup oksigen tiap harinya
Bukan tak ikhlas, hanya saja ini terlalu sulit
Dan jujur saja aku tak siap dan tak pernah mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk.
Disinilah poinnya. Poin kesalahan fatal yang telah kubuat
Ya betul. Takdir Tuhan. Siapa yang bisa mengalahinya?
Bahkan dengan rencana dan jalan yang aku rasa terbaik, pun tak bisa melawan-Nya
Jika kau tahu rasanya kawan, ketika selama ini hidupmu selalu teratur dan terencana,
Lari kencang seperti mobil yang melewati jalan bebas hambatan,
Dan tiba-tiba di depanmu ada jurang besar tanpa kau bisa menahan lajumu
Lalu kau jatuh ke dalam, jatuh sedalam-dalamnya
Sakit sekali rasanya, lebih sakit dari sakit hati
Dan pahit sekali rasanya, lebih pahit dari kopi tanpa gula

Aku tahu
Aku tahu hal ini bukan akhirku
Aku mungkin masih bisa merangkak sejengkal demi sejengkal
Yang entah butuh berapa lama untuk kembali ke jalurku
Yang entah apakah keadaannya nanti masih sama seperti ketika kutinggalkan
Yang entah. Yang entah. Yang entah. Bahkan berharap saja aku tak berani

Aku terpuruk
Aku terpuruk entah sedalam apa
Entah sedalam palung
Atau hanya sedalam selokan, namun aku dapat merangkak keluar

Aku butuh
Aku butuh yang aku sendiri tak tahu apa yang kubutuhkan saat ini
Tragis!! Dan menyedihkan!!

-Makassar, 10092011-

Sabtu, 07 Mei 2011

Ingin Sederhana

aku hanya ingin yang sederhana Tuhan
karna Kau lah yang paling tahu
aku diciptakan dengan keterbatasan berpikir
karna aku sadar otakku sempit
dan aku tak ingin kesempitannya harus dijejali
oleh sakit hati yang meradang menahun
dan semoga hatiku tak sesempit otakku

aku tak ingin sesuatu yang rumit
karna sungguh, otakku tak tahan dengan kompleksitas
meski hati selalu bersikeras
aku juga tak ingin ini itu
yang membuatku tak pernah bisa bersyukur pada-Mu

aku hanya ingin yang sederhana Tuhan
berikan aku seseorang yang
setiap malam, ucapan selamat tidurnya selalu berbeda
yang setiap hari, selalu punya cara membuatku tertawa
yang setiap detik, membuatku istimewa

sungguh, aku hanya ingin yang sederhana Tuhan

Makassar, 08 Mei 2011 12:11

Kamis, 21 April 2011

Jika Sang Tuan Saja Tak Tetap

beranikah kamu mempersalahkan hati,
jika sang tuan saja tak tetap?

oh, apakah kau menuduhku?tidak.sama sekali tidak. aku mempercayaimu. sangat.

lalu kenapa kau mengatakan aku tak tetap?
bukan. bukan itu maksudku.
kau pasti salah mengerti

aku selalu percaya kau orang paling setia yang pernah kutemui
tak tetap bukan berarti tak setia kan?
kali ini kau harus setuju denganku

aku ingin kau tak menetapkan hatimu untuknya, karena dia sendiri toh tak menetapkan hatinya untukmu
ikutlah bersamaku, dan akan kutunjukkan arti kesetiaan

terdiam dalam kebingungan yang teramat sangat
jika sang tuan saja tak tetap
-Makassar 22 April 2011-

Kamis, 30 Desember 2010

"tentang kota ini"

tampaknya ada yang lain di depan rumah saya malam ini.
tidak biasanya memang pintu loket rampai bira barat tampak ramai atrian mobil. ya, sepertinya memang tidak pernah ramai.
biasanya hanya ada satu dua mobil bergantian melewati pintu itu.
pasti sesuatu sedang terjadi di kota, sehingga semua pengendara mobil mengalihkan perjalanan mereka, alih-alih lewat perintis kemerdekaan, via jalan tol.

sudah hampir tujuh tahun saya merantau di makassar.yahh, mungkin gak bisa juga dibilang 100% merantau, karena kenyataanya sampai sekarang saya tidak pernah sepenuhnya hidup mandiri layaknya orang merantau pada umumnya.
ya anggap saja saya tereliminasi dari kota kelahiran saya, dan kebetulan makassar lah yang rela menerima saya.
saya masih bisa mengingat jelas betapa lengangnya kota ini beberapa tahun lalu, betapa juga putihnya "upil' saya selama tinggal disini. dan ternyata, saya tidak bisa memastikan sejak kapan "upil" itu berubah menjadi hitam legam seperti aspal jalanan.
saya jadi ingat anekdot seorang dosen saya yang kurang lebih seperti ini :"dulu itu, saya mau jungkir balik, merangkak, guling-guling di tengah jalanan patung adipura pun gak akan ada mobil atau motor yang tabrak saya."

okelah. sekarang mari kita lihat keadaan kota makassar saat ini. saya yakin, bukan hanya saya yang begitu mengeluh tiap harinya, saat akan berangkat menuju kampus, kantor, atau apapun dan saat akan pulang ke rumah, betapa susahnya mecari jalur alternatif di kota ini yang bebas dari kemacetan.

saya tidak menafikkan diri, bahwa saya juga turut andil menjadi penyebab kemacetan disini, bersama dengan pendatang-pendatang lain yang berbondong-bondong datang ke kota ini dengan berbagai alasan, entah untuk tujuan menuntut ilmu, untuk mengadu nasib barangkali taraf hidup akan meningkat seiring meningkat pesatnya perekonomian kota ini, atau pun untuk mencari jodoh. tampaknya alasan yang terakhir cukup menarik,kawan.
lihat saja di jalanan, variasi plat nomor sangat mudah ditemui. dari yang AB sampai KT. padahal dulu, beberapa tahun yang lalu, tampaknya si "DD" lah yang merajai jalanan.

saya juga kurang paham tentang masalah ekonomi, apalagi politik dan segala intrik di dalamnya. tapi mari coba kita analisis sedikit saja. makassar ditengarai sebagai salah satu kota yang paling cepat berkembang di Indonesia. sebagai penduduk awam yang tidak mengerti masalah inflasi, fluktuasi, dsb (maaf, hanya istilah ini yang saya tahu), bisakah saya menilai perkembangan kota ini dari banyaknya ruko yang dibangun layaknya jamur yang begitu cepat bertumbuh saat musim penghujan?
atau dari banyaknya mall yang dibangun? (sebenarnya bisa dibilang sama dengan ruko kan?)
atau dari banyaknya permintaan sepeda motor dan mobil?
atau dari pembangunan trans studio?

saya, dan sebagian orang yang kurang lebih berpendapat sama dengan saya, sebenarnya tidak mempermasalahkan bagaimana kota ini berkembang. namun yang sedikit disesalkan adalah,bagaimana ternyata pembangunan dan perkembangan perekonomian ini sangat berdampak terhadap kemacetan jalan poros di makassar yang selalu kita keluhkan beberapa bulan terkhir ini.  tampaknya pengatur kota kurang peka terhadap kotanya sendiri. seharusnya peningkatan jumlah pengguna jalan harus diimbangi dengan penambahan jalur alternatif, sehingga pengguna jalan tidak selalu merasa dirugikan waktunya lebih lama di jalanan.
bisakah dibuat jalur alternatif menuju kota selain melewati depan MTOS yang hampir tidak pernah tidak macet pada jam berapapun, kecuali saat pertandingan semifinal piala AFF leg 2 INA VS PHI ?
atau jalur alternatif yang lain jika tiba-tiba kami harus berbalik arah karna ada demo di jalur utama perintis?dan terpaksa harus tidak ikut UAS karena terlambat dan ternyata sang dosen tidak mau ambil pusing.
atau ketika ada demo, kami harus berjalan kaki dari perempatan borong sampai pettarani karena jalanan lumpuh total?
dan yang lebih mengherankan lagi, kenapa kantor gubernur dibiarkan gelap-gelapan lengkap dengan lampu jalannya, yang setiap saya perhatikan saat lewat jalan tersebut, tak pernah nyala sekalipun?

ya, benar.
gampang saja bicara mengenai pembangunan jalur alternatif, lampu jalan, bla bla bla..
saya sebagai warga pendatang, hanya ingin yang terbaik buat kota ini.
berkembang perekonomiannya, namun tetap tenang , damai, tanpa macet seperti dulu.
saya tidak mengkambinghitamkan salah satu pihak sebagai penyebab kemacetan di kota ini.semuanya punya andil.saya kira, ini adalah tantangan besar bagi para pengatur kota, sebagai penengah atas segala kepentingan di dalam kota ini yang harus paling cepat tanggap bagaimana caranya menata kota ini menjadi kota yang nyaman dan tidak saling merugikan bagi semuanya. otak cerdas penghuni kampus merah seharusnya dikerahkan untuk mencari solusi yang terbaik. otak oke, demo pun oke.

waktu jam tangan saya sudah menunjukkan pukul 17.00 WITA
"eh, ko kenapa belum pulang nah?"
"malaska, capek di jalan. macet mi ini. takkala tunggu magrib di kampus deh.."
hahaha..tampaknya tak lama lagi makassar akan menyaingi jakarta

Jumat, 26 November 2010

it's must be this November rain

mengapa selalu mempersalahkan hujan? apakah karna dia datang tak tepat waktu, atau karna kau takut akan terbentuk motif-motif pulkadot baru di baju putih bersihmu?
aku tak tahu, tak menyadari mungkin lebih tepat, sejak kapan aku selalu menunggu kapan hujan akan turun.
mungkin juga sejak saat itu. sore hari di bulan November. aku tak ingin menunggu musim hujan. lelah menanti November, sang hujan juga tak akan muncul. dan Juli dengan cepat datang dengan matahari menyengat.

hujan hari ini tampaknya akan menjadi stimulus khayalan yang bagus. rintiknya kecil dan cepat, namun sekedar bunyi 'celetok', aku tak mendengarnya. halus. namun nyatanya, sudah cukup membuatku basah kuyup di sore ini.

memori otakku dengan cepat berputar, desingnya menyatukan kembali kepingan-kepingan masa lalu yang telah tertindih karna tampaknya terlalu banyak yang harus kuingat sehingga tak ada lagi tempat kosong di otakku.
yaa. aku teringat bagaimana kita menyusuri jalanan itu dengan satu tangan bergenggam dan satu tangan yang lain terangkat ke atas menahan rintik hujan agar baju kita tidak basah.
dengan setengah berlari, cepat2 kita berjalan agar tak tertinggal angkutan terakhir menuju rumahku yang jauh dari perkotaan.

aku suka hujan. tapi aku tak suka becek dan kotor. dan kamu, dengan sigap menarikku tepat saat aku akan menginjaknya. aku masih ingat jelas, jalanan pasar itu memang tak pernah bersih, bahkan pasarnya pun tak pernah lelang. di kanan-kiriku masih terdengar nyaring teriakan penjual yang berusaha menghabiskan dagangannya hari ini. tampaknya matahari, yang tersembul2 sedikit diantara awan hitam dan hujan, sudah hampir tenggelam tampaknya tak terhiraukan oleh mereka.

aku bingung. tapi kamu masih disana, bersamaku. menyeretku secepatnya masuk ke dalam angkutan. memastikan aku duduk dengan baik di dalam dan tak terkena hujan.
aku pulang. aku telah di rumah, dan aku akan istirahat. aku tahu sayang betapa gelisahmu menanti kabarku. dan aku tak akan suka membiarkan mu menanti, karna itu juga membuatku gelisah.

hujan, mengingatkan aku. betapa aku harus bersyukur kepada Tuhan,memilikimu.
tapi hujan, hujan juga memudarkan sedikit demi sedikit kenanganku tentangmu. aku bersyukur. karna mengingatmu ternyata menyakitkan. sangat. dan sangat.

November tahun pertama lewat.
tahun kedua.
tahun ketiga. keempat.kelima.

ya. aku telah betul-betul lupa sebenarnya. lama, aku tak bertemu denganmu, sengaja lebih tapatnya, untuk berusaha tak bertemu denganmu.
lagi-lagi hujan. haruskah selalu hujan yang mempertemukan kita?
tak perlu memastikan dengan kacamata minus 3 ku, sosokmu sangat-sangat jelas terlihat walau hanya dari belakang.
"hai, lama tak jumpa" atau
"hai, bagaimana kabarmu sekarang"
"hai, ngapain disini"
seribu pertanyaan dengan cepat berputar di otakku. aku ingin menyapamu. mulutku baru saja akan terbuka. tanganku sudah setengah berayun.
dan. hahahahahah. kuurungkan niatku. siapa kah perempuan hitam manis yang berjalan disebelahmu itu?

ahhh.
tampaknya sudah jelas. dari belakang, aku melihat kau tersenyum lebar kepadanya. tampak kalian sangat bahagia.
apakah menyakitkan hatiku melihat fenomena alam ini? fenomena alam.haha. berlebihan. tapi memang aku lebih suka menganggapmu seperti itu.fenomena alam yang identik dengan bencana.

kembali. menyakitkankah melihatmu? sepertinya tidak seperti itu. dan sepertinya aku lupa bagaimana itu sakit. hujankah yang membantuku?
bibirku tersungging sedikit. kemudian melebar, tak kusadari. bahagia untukmu sayang.

tahun keenam setelah saat itu..
-tak pernah se bahagia ini ditemani rintik-rintik hujan yang lembut-

Makassar, 22 November2010

Kamis, 25 November 2010

Tentang KAMU

mencintaimu,,
kadang mengumpulkan semua hal yang menyebalkan tentangmu

memakinya


mengeluh


berpikir mungkin aku bukanlah yang terbaik buatmu


berpikir untuk sebaiknya aku tak usah bertahan


kau

menyebalkan


tapi aku tak akan benar-benar sanggup untuk meninggalkanmu



berharap

yakinmu,yakinku

percayamu, percayaku


setiamu, setiaku


akan tumbuh bersama mimpi malam


menjadi bunga tidur yang terindah


selalu

Selasa, 23 November 2010

Gastroenterohepatologi 'menyakitkan' hatiku

Saya pikir ini adalah kuliah 7 sks yang begitu mengenaskan. lebih mengenaskan dari kuliah "C"ardio tepat setahun yang lalu..
Tuhan, bagaimana mungkin saya seceroboh itu..ujian teori dan remedialnya seakan percuma
pengalaman empiris tak digunakan, banyak waktu disia-siakan..

Bagaimana dengan ujian praktikumku??wah tampaknya parasit akan selamanya menjadi parasit..haha,,
Mengharapkan nilai A tampaknya seperti pungguk merindukan bulan..

Okelah,,let's face the world..GEH sudah lewat,,Onkologi telah menunggu
mari berjuang,,terus semangat..
saya teringat kata seorang teman "burenk adalah tuntutan, bukan pilihan"


Dan memang,,LONG LIFE LEARNING

good bye Gastro,,,

first post

hmmmh,,
this is my new blog,,mainan baru buat saya dan tampaknya nanti saya akan sering mengunjungi lapak ini nantinya..

sadar sebagai newbie,,saya akan banyak belajar bagaimana membuat blog saya ini menjadi semenarik mungkin,,
semoga kamu jadi tempat yang nyaman buat curhat dan bisa menghibur orang,,hehehe :)

salam kenal
itha akyuni